PERENCANAAN KAMPANYE

 

PERENCANAAN KAMPANYE

 

Fungsi utama dari sebuah kampanye yaitu menciptakan keteraturan dan kejelasan arah tindakan.

Alasan kenapa harus direncanakannya sebuah kampanye (Simmons, 1990; Gregory, 2000) :

    1. Memfokuskan usaha
    2. Mengembangkan sudut pandang
    3. Meminimalisasi kegagalan
    4. Mengurangi konflik
    5. Memperlancar kerjasama dengan pihak lain

-        Aspek Perencanaan

Tujuan – Analisis – Sasaran – Pesan – Strategi – Taktik – Waktu – Sumber Daya – Evaluasi – Tinjauan.

 

Analisis Masalah

1.      Analisis PEST (Political, Economic, Social, Technology)

 

o   Area politik mencakup berbagai peraturan pemerintah yang berhubungan dengan program dan pesan kampanye, serta kondisi politik suatu pemerintahan

o   Area ekonomi meliputi kondisi nilai tukar mata uang, inflasi, keadaan ekonomi dunia, serta harga berbagai sumber daya

o   Area social mencakup analisis mengenai gaya hidup, tingkat Pendidikan, pola hidup, perilaku social, serta perkembangan populasi

o   Area Teknologi meliputi berbagai perubahan teknologi yang berkaitan dengan program kampanye

 

2.      Analisis SWOT [strengths (kekuatan), Weakness (Kelemahan) , Opportunities (Kesempatan), Threatness (Tantangan)]

o   Strengths dan Opportunities pertimbangan positif yang mendukung terlaksananya program kampanye

o   Weakness dan Threat dikelompokan pada kondisi-kondisi negative yang harus dihadapi ketika kampanye

Penyusunan Tujuan

Tujuan kampanye harus disusun dan dituangkan dalam bentuk tertulis serta bersifat realistis.

Tujuan yang dapat dicapai dengan kampanye diantaranya:

1.      Menyampaikan sebuah pemahaman baru,

2.      Memperbaiki kesalahan,

3.      Menciptakan kesadaran,

4.      Mengembangkan pengetahuan tertentu,

5.      Menghilangkan prasangka,

6.      Menganjurkan sebuah kepercayaan,

7.      Menginformasi sebuah persepsi,

8.      Mengajak audiens melakukan tindakan tertentu

Aturan yang mempermudah penyusunan tujuan kampanye, yaitu (Gregory, 2002) :

1.      Susunlah tujuan kampanye

Tujuan yang dibuat adalah tujuan yang akan dilakukan, bukan tujuan organisasi secara keseluruhan atau dampak lanjutan dari kampanye tersebut.

2. Susun tujuan secara seksama dan spesifik

Tujuan jangan dibuat menggantung dan sangat terbuka.

               3. Susun tujuan yang memungkinkan untuk dicapai

Pastikan tujuan yang disusun dimungkinkan untuk dievaluasi tingkat pencapaiannya

4. Kuantifikasi semaksimal mungkin

Semakin dapat dikuantifikasi sebuah tujuan, semakin mudah evaluasi tingkat pencapaiannya

               5. Pertimbangkan anggaran

6. Susun tujuan berdasarkan skala prioritas

 

Identifikasi dan Segmentasi

Identifikasi dan segmentasi sasaran dilakukan dengan melihat karakteristik publik secara keseluruhan kemudian dipilih yang mana yang akan menjadi sasaran. Untuk mempermudah proses identifikasi dan segmentasi sasaran, perlu dilakukan pelapisan sasaran. James Grunig (Gregory, 2000) membagi publik menjadi tiga jenis :

1. Latent Public : kelompok yang menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan isu kampanye namun tidak menyadarinya

2. Aware Public : kelompok yang menyadari bahwa permasalahan tersebut ada

3. Active Public : kelompok yang mau bertindak sehubungan dengan permasalahan tersebut

Arens (1999) mengatakan bahwa identifikasi dan segmentasi sasaran dilakukan terhadap kondisi geografis, demografis, perilaku, dan juga psikologis.

Perencanaan Pesan

Yang dilakukan pertama kali pembuatan tema kampanye (ide utama), pengelolaan pesan yang akan disampaikan ke masyarakat. Ada 4 tahap yang perlu dilakukan:

1.     Mengambil persepsi yang berkembang di masyarakat berkenaan dengan isu atau produk yang akan dikampanyekan

2.     Mencari celah dimana kita bisa masuk dan mengubah persepsi

3.     Melakukan identifikasi elemen-elemen persuasi. Kita bisa menggunakan jalur utama maupun jalur alternatif

4.     Meyakinkan bahwa pesan sudah layak untuk disampaikan dalam program kampanye, uji coba dilakukan dengan menggunakan pemilihan sample dari populasi yang kita tuju.

Strategi dan Taktik

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang akan diterapkan dalam kampanye. Dua fungsi taktik yaitu mengidentifikasi dan menghubungkan program kampanye dengan sasaran melalui media komunikasi tertentu dan meyakinkan sasaran melalui kekuatan pesan komunikasi hingga membuat sasaran berpikir dan percaya.

Menyajikan Rencana Kampanye

Isi sebuah format penyajian rencana kampanye terdiri atas komponen:

Bagian 1: Analisis masalah

Bagian 2: Tujuan kampanye program

Bagian 3: Pesan kampanye program

Bagian 4: Sasaran Kampanye

Bagian 5: Alokasi waktu dan sumberdaya

Bagian 6: Metode evaluasi

Riset Formatif untuk Desain Kampanye (Simon, 1992)

1.     Metode survey (data dikumpulkan dg kuesioner dan wawancara)

2.     Metode diskusi kelompok terarah (wawancara kelompok kecil dg orang yang diperkirakan menggambarkan karakteristik khalayak yang ditargetkan)

3.     Metode wawancara mendalam (memerlukan keterampilan komunikasi verbal yang baik)

Comments